Langsung ke konten utama

Tak Ada Ruang untuk Kesombongan

 

Kuserahkan segala doa dan kukerahkan segala usaha kepada Allah tabaaraka wa ta 'aalaa. Dzat Yang Maha Kuasa dan mampu melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Apabila Dia berkehendak, maka jadilah sesuatu tersebut. 


Lain halnya dengan makhluk seperti kita yang hanya bisa berusaha dan berdoa. Yang sudah merasa paling berat hidupnya, paling bisa, paling hebat, paling kuat, paling berpengalaman, paling tau, hingga memunculkan perasaan merasa berjasa dan merasa lebih dari orang lain. 


Padahal bisa saja ia terjebak dalam ruang yang bernama kesombongan. Yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. 


Merasa yang paling hebat, paling cerdas, paling tau segala hal. 

Sadar dirilah kawan..

tak bisa terus meninggikan diri dan merendahkan orang lain.


Tak akan bisa menolak takdir, karena akan ada orang yang berada di atas kita. Baik itu lebih unggul pendidikannya hingga bisa kuliah ke luar kota, atau lebih unggul dalam life skill, nilai rapornya, ekonominya.. sehingga ia bisa bersedekah setiap hari. Tentu, Allah yang Lebih Hebat & Lebih Kuasa daripada kita. 


Maka, tak ada ruang untuk kesombongan. Ia akan terus terdesak oleh kenyataan. Kenyataan bahwa bukan hanya kita yang selalu di depan, bukan hanya kita yang selalu bisa semua hal. Tapi kita memiliki batas dan kemampuan masing-masing, yang tidak akan bisa dipaksakan. 


Maka, memang benar tak ada ruang untuk kesombongan. Bukan selalu kita, bukan kita yang berjasa, bukan kita yang melakukan semuanya. Ini atas izin dan kemudahan dari Allah azza wa jala. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAMPAI KE MASJID NABAWI, MADINAH!! (Review Daurah Mutun dan Al Qur'an Online di bawah bimbingan Syaikh Abdul Muhsin bin Abdul Qasim حفظه الله)

      Masih tentang #StayAtHome di masa pandemi COVID-19. Qadarullah , semuanya harus online, daring . Ditambah makin marak dibukanya kelas-kelas online baik di dalam maupun di luar negeri. Ketika kamu bisa memilih mana yang kamu mau atau tidak memilih sama sekali atau kamu terjebak dalam terlalu banyaknya kegiatan yang kamu ikuti. Ditambah, pelajaran dari sekolahmu yang tak boleh dilewatkan.       Well , saat itu ada kelas Usul Fikih Kaidah Fikih dan Fikih Muamalah dengan Ustadz Muhammad Abu Rivai, Kajian Ta'silul Ilmi bersama Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi, kelas Tahsin  yang lebih dari satu, perbaikan surah Al Fatihah Rumah Qur'an Az Ziyadah Yogjakarta, Pesantren Bahasa Arab Al-Madinah, Daurah Addrusul Muhimmah bersama Syaikh Hitsam bin Muhammad Sarhan, Daurah Mutun & Al Qur'an Masjid Nabawi di bawah bimbingan Syaikh Abdul Mushin bin Abdul Qasim,  kajian online asatidzah حفظهم الله yang banyak sekali baik via...

Review Kajian: "WASIAT PERPISAHAN" bersama Ustadz Roni Nuryusmansyah حفظه الله تعالى

Okay ,  ini review ke-2 ku setelah waktu itu tentang menghafal Mutun Tholibul Ilmi di Masjid Nabawi, sebenernya gak tau gimana review yang sebenernya tapi suka aja nulis & biar inget terus. بسم الله الرحمن الرحيم يوم الجمعة، ٢٧ شعبان ١٤٤٢  (٩ أبريل ٢٠٢١)       Malam itu aku duduk di tangga dengan buku & pena, sedang menunggu sesuatu. Rasanya adabku kurang sekali, mendengarkan kajian bukan pada  tempatnya. Aku juga bolak balik kamar ustadzah dan kembali lagi memilih sendirian duduk di tangga menuju lantai 2.      Berikut wasiatnya......... WASIAT PERTAMA 1. Istiqamah di atas islam & sunnah .      Kita bisa saja futur, tapi tolong.. jangan berbuat syirik & bid'ah " فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بهاوعضوا عليها باالنواجذ.....-أو كما قال-" "Wajib atas kalian berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah Khulafa ar- Rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teg...

Setelah Dia Pergi. Bagaimana Keadaanmu?

Bismillah..  Tentang seseorang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bahkan, agama seseorang tergantung siapa teman dekatnya. Ia ibarat seorang penjual minyak wangi, kita bisa mencium harumnya bahkan ikut harum karenanya. Ataupun teman ibarat seorang pandai besi, kita bisa saja terkena api percikannya. Abu Bakar as-Shiddiq , Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan dan sahabat yang lain radhiyallahu'anhum , bukankah mereka berteman & hidup dengan orang-orang yang soleh? Bahkan menjadi sahabat Rasulullah ﷺ yang mereka dijamin surga oleh Allah. Kita lihat lagi kisah ketika Rasulullah ﷺ meninggal dunia, ketika wahyu tak lagi turun selamanya. Ketika para sahabat kehilangan manusia terbaik sepanjang masa.  Kemudian, bagaimana keadaan para sahabat yang ditinggalkan? .... Abu Bakar as-Shiddiq   radhiyallahu'anhu sampai membacakan sebuah ayat yang menyadarkan Umar bin Khattab  radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar telah meningga...