Langsung ke konten utama

SAMPAI KE MASJID NABAWI, MADINAH!! (Review Daurah Mutun dan Al Qur'an Online di bawah bimbingan Syaikh Abdul Muhsin bin Abdul Qasim حفظه الله)

      Masih tentang #StayAtHome di masa pandemi COVID-19. Qadarullah, semuanya harus online, daring. Ditambah makin marak dibukanya kelas-kelas online baik di dalam maupun di luar negeri. Ketika kamu bisa memilih mana yang kamu mau atau tidak memilih sama sekali atau kamu terjebak dalam terlalu banyaknya kegiatan yang kamu ikuti. Ditambah, pelajaran dari sekolahmu yang tak boleh dilewatkan.

      Well, saat itu ada kelas Usul Fikih Kaidah Fikih dan Fikih Muamalah dengan Ustadz Muhammad Abu Rivai, Kajian Ta'silul Ilmi bersama Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi, kelas Tahsin  yang lebih dari satu, perbaikan surah Al Fatihah Rumah Qur'an Az Ziyadah Yogjakarta, Pesantren Bahasa Arab Al-Madinah, Daurah Addrusul Muhimmah bersama Syaikh Hitsam bin Muhammad Sarhan, Daurah Mutun & Al Qur'an Masjid Nabawi di bawah bimbingan Syaikh Abdul Mushin bin Abdul Qasim,  kajian online asatidzah حفظهم الله yang banyak sekali baik via youtube maupun zoom, e-book tentang Fikih COVID-19, banyak akun dakwah online yang aktif, dan masih banyak lagi.  Apakah ada tambahan?
MaasyaaAllah.. dibalik musibah ini ada hal berharga yang bisa kita ambil.

"Dimana Allah beri kita kesempatan untuk belajar, pintu kebaikan dibuka lebar. Barangkali suatu saat kita akan rindu masa covid.." (Fitriyanda Salfamas حفظها الله)

      Benar, sungguh banyak sekali pintu-pintu kebaikan dan tempat belajar yang bisa dimanfaatkan. Bahkan Arab Saudi pun bisa diakses. Kita harus bersyukur, teman. Seperti Daurah Syaikh Haitsam bin Muhammad Sarhan serta Daurah Mutun & Al Qur'an Online dari Masjid Nabawi dibawah bimbingan Syaikh Abdul Mushin bin Abdul Qasim حفظهما الله

      Aku tertarik dengan kegiatan di Saudi tersebut, lebih tepatnya kegiatan Daurah Mutun & Al Qur'an, ini adalah kegiatan yang bagus sekali untuk diikuti yaitu kegiatan menghafal mutun Tholabul Ilmi dan Halaqah Al Qur'an dengan memiliki 3 bahasa yaitu: Arab, Inggris dan Indonesia.


      Pendaftaran Halaqah Hafalan Mutun pun aku ikuti sesuai arahan dari grup whatsapp Thullab Haramain. Langkah pertama, harus mengakses quran-mn.com untuk daftar dengan bahasa Arab dan saat itu untuk akhowat belum ada grup whatsapp. Mau tidak mau, setoran harus via website.
Aku pun sadar, bahasa Arab penting sekali untuk membuka jendela-jendela ilmu.

      Alhamdulillah, Allah beri kemudahan untuk semua. Setelah menunggu lama, akhirnya ada via whatssapp untuk akhowat. Setelah suasana kondusif, semuanya pun dibagikan link untuk masuk ke sebuah grup.

      Aku memilih kelas bahasa Arab dan aku bingung di sini.

"Ini grup apa?! Kenapa pada ngirim data diri? Daftar lagi?!"

Aku tidak paham, aku seperti tersesat, semuanya speak in Arabic!
Kembali aku terpikir,
Bahasa Arab penting sekali untuk membuka jendela-jendela ilmu.

      Ternyata itu adalah grup transisi setelah aku menemukan para +62, mereka adalah seorang musyrifah dari Pondok Pesantren An Najiyyah Jawa Timur dan seorang santriwati dari Pondok Pesantren Al Furqon Gresik. Can't believe! Bertemu teman baru dari kota lain yang telah membantuku keluar dari kesusahanku. Semoga Allah hilangkan kesusahan kalian di dunia dan di akhirat.

      Setelah masuk ke grup transisi, ternyata akan dimasukkan oleh admin ke grup halaqah yang asli bersama ustadzah yang akan mendengarkan hafalan kita. Everything starts here. 


      Aku pun memulai setoran yang pertama kalinya, saat itu absen di whatsapp dan setorannya di aplikasi IMO. Aku gugup. Jantungku berdebar-debar. Aku bingung harus bilang apa. Apalagi ketika mendengar suara yang ngomong itu bukan logat Indonesia sama sekali. Aku pun gak paham ustadzah-nya ngomong apa. Mungkin pake bahasa Amiyyah atau efek dari gugup ataukah emang aku yang gak ngerti. Hasilnya pun gak maximal, tapi.. ini pengalaman berharga yang kalian harus rasain.
      Hari-hari berlalu, halaqah terus berlanjut hingga pindah ke aplikasi ZOOM dan pasti suara kita maupun suara orang lain kedengeran. Banyak suara asing yang kudengar, hingga suara yang punya ciri khas, seperti menemukan kampung halaman, "Hey, an Indonesian here!" 

Kutemukan lagi seorang +62 dari Ma'had Aly Imam Bukhari. MaasyaaAllah, alhamdulillah.
      Hingga, alhamdulillah telah dipertemukan dengan seorang +63 dari negara tetangga, Philippines.
Can't believe, this is real. A muslim from Philippines.
Aku pun berpikir, bahasa Inggris tak kalah penting sebagai bahasa Internasional.

      Last, kemarin tanggal 26 Juni 2020 adalah penutupan dari Daurah Mutun dan Al Qur'an ke-12 dari Masjid Nabawi. Ada rasa sedih, terharu, tapi bukan berarti semuanya selesai. Justru halaqah tetap berlanjut walau daurah sudah ditutup.

https://m.youtube.com/watch?v=4J2xNjAuc5E&feature=youtu.be

(Link penutupan Daurah oleh Syaikh Abdul Muhsin bin Abdul Qasim حفظه الله)


      Untuk semuanya yang mungkin berminat mau ikutan daurah, tenang teman. Ini dibuka sepanjang tahun, loh! Ada waktu fajar, dzuhur, malam sesuai jam Madinah. Persyaratannya pun mudah dan kegiatan ini gratis. Serta kita bisa dapat fasilitas seperti: Ilmu yang bermanfaat, sertifikat dari Masjid Nabawi, pembimbing yang berbahasa Arab atau Inggris atau Indonesia (tergantung), kitab muqorror gratis (ongkir tanggung sendiri), pengalaman berharga, mendapatkan teman Muslim yang baru, dan lain-lain.

  Jadi pantengin terus aja quran-mn.com dan coba gabung di grup telegram Thullab Haramain berikut:
@thullabharamainakhwat / @thullabharamainikhwan
Kamu insyaallah bakalan dapat banyak informasi mengenai islam, beasiswa, kuliah online, visa umroh haji, mulazamah haramain serta info-info pendidikan menarik yang jarang diketahui.
Atau, hubungi penulis aja kalo mau tanya-tanya info lebih lanjut. Serta, kemarin sempet ada grup whatsapp.

Semoga kisah ini jadi motivasi temen-temen ya.. menurutku seneng banget kalo ketemu temen muslim di kota lain atau bahkan negara lain, kenapa? Karena kita ketemunya karena Allah, walaupun jaraknya jauh.
Oh iya, semoga infonya bermanfaat untuk dunia serta akhirat kita.


Buat temen-temenku yang dekat, yang dari Indonesia, kita harus bangga dengan negara kita yang mayoritasnya muslim!

Ayo semangat belajar! Semangat mondok! Semangat kuliah! Semangat kerja sambil belajar! Semangat birrul walidain! Semangat wahai para perhiasan dunia! Semangat teman! Semangat! Semangat!

       Jangan lupa untuk mengulangi semua pelajaran/ilmu yang telah kamu dapatkan. Karena, ketika melihat ke luar, sungguh banyak sekali hal yang bisa membuat kita sadar bahwasanya muslim harus berkualitas, bukan kuantitasnya saja yang banyak. Kalo pun gak ikut kegiatan ini, gak masalah, masih banyak cara dan tempat untuk belajar agama, yang terpenting jangan pernah berhenti untuk belajar. 




أديندا أبريليا

+62

Komentar

  1. Masyallah banyak hikmah dari covid19 ini. Semoga dapat dilewati dengan baik. Hamasa🙂

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Kajian: "WASIAT PERPISAHAN" bersama Ustadz Roni Nuryusmansyah حفظه الله تعالى

Okay ,  ini review ke-2 ku setelah waktu itu tentang menghafal Mutun Tholibul Ilmi di Masjid Nabawi, sebenernya gak tau gimana review yang sebenernya tapi suka aja nulis & biar inget terus. بسم الله الرحمن الرحيم يوم الجمعة، ٢٧ شعبان ١٤٤٢  (٩ أبريل ٢٠٢١)       Malam itu aku duduk di tangga dengan buku & pena, sedang menunggu sesuatu. Rasanya adabku kurang sekali, mendengarkan kajian bukan pada  tempatnya. Aku juga bolak balik kamar ustadzah dan kembali lagi memilih sendirian duduk di tangga menuju lantai 2.      Berikut wasiatnya......... WASIAT PERTAMA 1. Istiqamah di atas islam & sunnah .      Kita bisa saja futur, tapi tolong.. jangan berbuat syirik & bid'ah " فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بهاوعضوا عليها باالنواجذ.....-أو كما قال-" "Wajib atas kalian berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah Khulafa ar- Rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teg...

Setelah Dia Pergi. Bagaimana Keadaanmu?

Bismillah..  Tentang seseorang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bahkan, agama seseorang tergantung siapa teman dekatnya. Ia ibarat seorang penjual minyak wangi, kita bisa mencium harumnya bahkan ikut harum karenanya. Ataupun teman ibarat seorang pandai besi, kita bisa saja terkena api percikannya. Abu Bakar as-Shiddiq , Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan dan sahabat yang lain radhiyallahu'anhum , bukankah mereka berteman & hidup dengan orang-orang yang soleh? Bahkan menjadi sahabat Rasulullah ﷺ yang mereka dijamin surga oleh Allah. Kita lihat lagi kisah ketika Rasulullah ﷺ meninggal dunia, ketika wahyu tak lagi turun selamanya. Ketika para sahabat kehilangan manusia terbaik sepanjang masa.  Kemudian, bagaimana keadaan para sahabat yang ditinggalkan? .... Abu Bakar as-Shiddiq   radhiyallahu'anhu sampai membacakan sebuah ayat yang menyadarkan Umar bin Khattab  radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar telah meningga...

Air Mata Mawar

Air mata itu menetes, seperti kelopak mawar yang berserakan. Bagi yang terluka hatinya, sudah pasti akan tertutup hati itu untuk siapapun. Ia tak menerima cinta, sampai tak memberikan cinta. Ia tak suka kasih sayang, hingga ia tak suka menyayangi.  Sebuah rasa, perasaan, merupakan fitrah yang Allah berikan kepada manusia.  Namun, apabila itu tak ada... terasa sepi. Ada yang kosong, ada yang menangis sendirian dan menutupi semua itu di hadapan orang lain.  Kini aku, bagaikan kelopak mawar yang berserakan. Ditiup angin berhembus, kukira menyejukkan tapi yang sebenarnya hanya omong kosong. Dahan dan ranting tak mampu untuk berdiri, bagaikan aku yang tersungkur jatuh ke tanah untuk kembali bersujud dan berdoa kepada Rabb semesta alam.  Kini, air mata itu menetes, seperti kelopak mawar yang berserakan.