Langsung ke konten utama

Liburan

 


Libur. 

Berdasarkan kbbi.web.id, libur adalah bebas dari bekerja atau masuk sekolah. Semua orang pasti suka dengan hari libur, liburan, berlibur. 

Karena sejatinya kita semua lelah. Pelajar lelah dengan banyaknya tugas. Pegawai pun lelah dengan banyaknya tugas dan deadline. Seorang ayah lelah dengan pekerjaannya mencari nafkah. Seorang ibu lelah bekerja 24 jam di rumah. Bahkan yang pengangguran pun bisa lelah tanpa ada yang dilakukan. Kita terkadang lelah fisik dan psikis. Tapi.. ya begitulah dunia, teman.

Setidaknya kita sadari hal ini, bahwa di sana ada sebuah kampung tempat kita kembali, kampung akhirat.. yang tak ada lagi kesedihan, kesusahan dan kecapekan yang pernah kita alami di dunia, yang tak pernah terbayangkan bahkan tak pernah dilihat oleh mata. 

Selama kita di dunia, asalkan niat kita lurus karena Allah & untuk ibadah, sebagaimana tujuan kita diciptakan, insyaallah tidak terlalu capek.. hehe karena enjoy dan ikhlas menjalankannya. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS.Az-Zariyat:56). 

Tapi, kita seringkali lupa dengan kampung kita sendiri. Kita terlalu asyik dengan dunia yang fana, yang sebenarnya hanya senda gurau, padahal dunia lebih rendah daripada bangkai anak kambing. 

Kita lelah tanpa tujuan. 

Atau.. hati kita yang terlalu banyak liburan? Mungkin hati kita yang kehilangan hidayah?Atau hati kita sudah menghitam akibat dari dosa-dosa yang menumpuk?

Sehingga kita sulit berbuat ikhlas, sulit ibadah, sulit melakukan amal soleh untuk mendapatkan ridho-Nya, sulit menjahui larangan-Nya, sulit sadar akan tujuan diciptakan dan konsekuensi di akhirat.. mungkin kita lupa, akibat hati kita yang terlalu banyak liburan. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAMPAI KE MASJID NABAWI, MADINAH!! (Review Daurah Mutun dan Al Qur'an Online di bawah bimbingan Syaikh Abdul Muhsin bin Abdul Qasim حفظه الله)

      Masih tentang #StayAtHome di masa pandemi COVID-19. Qadarullah , semuanya harus online, daring . Ditambah makin marak dibukanya kelas-kelas online baik di dalam maupun di luar negeri. Ketika kamu bisa memilih mana yang kamu mau atau tidak memilih sama sekali atau kamu terjebak dalam terlalu banyaknya kegiatan yang kamu ikuti. Ditambah, pelajaran dari sekolahmu yang tak boleh dilewatkan.       Well , saat itu ada kelas Usul Fikih Kaidah Fikih dan Fikih Muamalah dengan Ustadz Muhammad Abu Rivai, Kajian Ta'silul Ilmi bersama Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi, kelas Tahsin  yang lebih dari satu, perbaikan surah Al Fatihah Rumah Qur'an Az Ziyadah Yogjakarta, Pesantren Bahasa Arab Al-Madinah, Daurah Addrusul Muhimmah bersama Syaikh Hitsam bin Muhammad Sarhan, Daurah Mutun & Al Qur'an Masjid Nabawi di bawah bimbingan Syaikh Abdul Mushin bin Abdul Qasim,  kajian online asatidzah حفظهم الله yang banyak sekali baik via...

Review Kajian: "WASIAT PERPISAHAN" bersama Ustadz Roni Nuryusmansyah حفظه الله تعالى

Okay ,  ini review ke-2 ku setelah waktu itu tentang menghafal Mutun Tholibul Ilmi di Masjid Nabawi, sebenernya gak tau gimana review yang sebenernya tapi suka aja nulis & biar inget terus. بسم الله الرحمن الرحيم يوم الجمعة، ٢٧ شعبان ١٤٤٢  (٩ أبريل ٢٠٢١)       Malam itu aku duduk di tangga dengan buku & pena, sedang menunggu sesuatu. Rasanya adabku kurang sekali, mendengarkan kajian bukan pada  tempatnya. Aku juga bolak balik kamar ustadzah dan kembali lagi memilih sendirian duduk di tangga menuju lantai 2.      Berikut wasiatnya......... WASIAT PERTAMA 1. Istiqamah di atas islam & sunnah .      Kita bisa saja futur, tapi tolong.. jangan berbuat syirik & bid'ah " فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بهاوعضوا عليها باالنواجذ.....-أو كما قال-" "Wajib atas kalian berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah Khulafa ar- Rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teg...

Setelah Dia Pergi. Bagaimana Keadaanmu?

Bismillah..  Tentang seseorang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bahkan, agama seseorang tergantung siapa teman dekatnya. Ia ibarat seorang penjual minyak wangi, kita bisa mencium harumnya bahkan ikut harum karenanya. Ataupun teman ibarat seorang pandai besi, kita bisa saja terkena api percikannya. Abu Bakar as-Shiddiq , Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan dan sahabat yang lain radhiyallahu'anhum , bukankah mereka berteman & hidup dengan orang-orang yang soleh? Bahkan menjadi sahabat Rasulullah ﷺ yang mereka dijamin surga oleh Allah. Kita lihat lagi kisah ketika Rasulullah ﷺ meninggal dunia, ketika wahyu tak lagi turun selamanya. Ketika para sahabat kehilangan manusia terbaik sepanjang masa.  Kemudian, bagaimana keadaan para sahabat yang ditinggalkan? .... Abu Bakar as-Shiddiq   radhiyallahu'anhu sampai membacakan sebuah ayat yang menyadarkan Umar bin Khattab  radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar telah meningga...